Selasa, 25 November 2014

merindukan kamu

Aku berjalan menyusuri arus, melewati warna-warni cerita hidup dan menyimpan rahasia di tempat kecil yang sempurna.
Hati itu tempat aman menyimpan segala rahasia dan perasaan.
Orang tak akan pernah tau apa yang ada dalam hati kita.
Salah satu rahasia hati itu adalah merindukanmu.
Sedih saat sang waktu membuat perpisahan antara aku dan kamu.
Aku membenci waktu dimana kita menjadi tak bersama lagi dan waktu dimana aku harus menunggu untuk bertemu denganmu lagi.
Namun tak ada yang bisa aku lakukan untuk menghentikan waktu yang memisahkan kita ataupun mempercepat waktu agar kita bisa bertemu kembali.
Memohon pun kepada sang waktu akan percuma, dia tak akan bergeming sedikit pun.
Aku benar-benar tidak suka jauh darimu.

Tahukah dirimu, aku merindukanmu bagai ranting yang merindukan daunnya yang gugur.
Bagai gelap malam merindukan cahaya indah mentari pagi.
Dan dirimu tak akan pernah tahu, bagaimana aku selalu menggambar jelas wajahmu di hatiku.
Menyimpan rekaman setiap kenangan kita dalam memori otakku.
Selalu mengingat suaramu dalam-dalam agar rindu ini sedikit terobati.
Dan sebaiknya kamu tahu, jika kamu adalah hal yang sangat berharga dalam hidupku.
Maka senyummu adalah kebahagiaan untukku.
Tersenyumlah untukku...

Minggu, 23 November 2014

cerita kemarin sore

Kemarin nih ada cerita lucu (menurutku) jadi ini bahasannya gak penting tapi ini bikin ketawa, soalnya ada2 aja sih. Sekedar pengen nulis aja biar nanti suatu saat aku baca lagi kan inget lagi dan ketawa lagi (kayaknya cuma aku aja nih yang bakal ketawa baca ini, hehehe... gpp lah ketawa sendiri)

Telpon Ardy...
Aku : Hallo, lagi dimana?
Ardy : Lagi di jalan mau kesana, kenapa?
Aku : Titip bliin Malkist ya, please... ^0^
Ardy : Oke2...

30 Menit kemudian Ardy sampai...
Aku : Mana pesenanku?
Ardy : Nih...

Aku segera buka bungkusan...
Aku : Lho kok biskuit kelapa? Malkist ku mana?
Ardy : Ya, gak ada tadi. Sama aja tuh...
Aku : Oke2...

Bungkusan biskuit tadi aku buka, dan...
Aku : Lho, kok biskuitnya item nih? (sambil liatin Ardy biskuit yang warnanya cokelat kehitaman)
Ardy : Oh itu.. iya kata dadong yang jual emang agak gosong, telat ngangkat gitu katanya...
Aku : Hah...??? emang beli ini di dadong mana?? 
Ardy : Hehe (nyengir kuda)
Aku : Ngawurr ah.. (ketawa)

*Dadong itu bahasa Bali, panggilan untuk nenek kalo di Bali

Rabu, 12 November 2014

a little story about me; comfort is priority

Tuhan menciptakan alam semesta beserta dengan isinya. Ada manusia, binatang dan tumbuhan di dalamnya. Aku mau membahas tentang manusia, dan aku sendiri tergolong kedalamnya (hahaha... jelaslah ya...) dan manusia itu makhluk Tuhan yang paling sempurna antara yang lain karena memiliki pikiran/hati tentunya. Tapi manusia akan selalu memerlukan binatang dan tumbuhan dalam hidupnya, sudah jelas terkait dan saling memerlukan satu dengan yang lain. Pembahasanku ini tidak meluas namun menyempit tentang manusia di sekitarku aja.

Manusia yang aku temui tentu beraneka ragam, ada yang pemikirannya begini dan ada yang begitu. Oya, seperti dalam sinetron begitulah macam2 sifat manusia. Namun aku tidak menyangka peran antagonis atau jahat di sinetron atau film itu akan benar ada nyata di hidupku. Ya Tuhan, kenapa benar ada makhluk jahat itu??

Jadi begini, manusia di sekitarku yang aku jadikan sample adalah tempat kerja/teman kerjaku sekarang. Kalau dulu bagiku bekerja adalah uang/gaji yang lebih agar aku bisa punya banyak pilihan kalo belanja (duh duh pemikiran yang sempit ya, mending gaji banyak untuk ditabung tapi ini malah untuk belanja2 aja) namun setelah kesininya aku sadar bahwa uang/gaji bukan segalanya dalam bekerja. Mungkin iya uang/gaji merupakan hal yang sangat penting (aku tidak memungkirinya dan aku juga pingin punya banyak gaji, hehehe...) apalagi di zaman sekarang ini. Ceritanya dulu aku kerja di kantor yang teman/rekan kerjanya pada baik, aku nyaman hanya gajinya kurang menurutku. Dengan alasan ingin mencari pengalaman baru, yang sebenarnya adalah aku mencari gaji yang lebih besar maka aku keluar dari kantor itu. Dan aku menemukan tempat kerjaku yang sekarang. OMG... wow... disinilah aku akhirnya menyadari, tik tok tik tok...

Manusia pertama yang ku jumpai, manusia yang suka atur dan suruh2 orang, nge-boss gitu deh.
Ambil ini, copy-in ini, print-in ini, bikin ini, dan bla bla bla... biarpun diluar jobdesc dah tu kerjaan mau gak mau sebagai anak baru mestilah ya nurut dulu (aku cenderung bukan orang yang suka nyari masalah sama orang, males ribut2).

Manusia ke-dua yang kujumpai, manusia yang gak tau 3 magic words, yaitu sorry.. please.. dan thank you. Jadi kalo salah gak bilang maaf, minta bantuan gak mau bilang tolong dan setelah dibantuin gak mau bilang terima kasih. Please deh aahh... 

Manusia yang ke-tiga yang kujumpai, manusia kepo. Nih manusia pengen tau aja tentang orang, si A pergi sama ini, ngapain aja ya?? kemana ya?? dan bla bla bla... Suka pengen tau urusan orang, jadi ini menurutku manusia gak ada kerjaan ya, kerjanya nguntit dan nyari tau tentang orang bak detektif Konon gitu, hahaha....

Next... Manusia yang ke-empat, manusia tipe bigos alias Biang Gossip. Nih manusia suka banget ngomongin orang, dan lebih parah ngomongin orang di belakang. Kalo di depan orangnya bisa ditampol duluan kali ya.. Kalo sama si A dia ngomongin si B, kalo sama si B dia ngomongin si A. Duh parah juga yang ini, kalo menurut aku ya nih orang tipe orang yang gak pernah ngaca, omongin orang tapi udah jelas belum dirinya baik, ckckck... lebay gile deeh...

Ya kurang lebih tipe manusia yang kayak gitu lah ya yang aku jumpai sekarang, tipe yang buat gak nyaman di tempat kerja. Dan membuat ku berkesimpulan bahwa gaji lebih besar bukan jaminan aku jadi betah kerja, yang paling mendukung atau faktor utama ya kenyamanan di tempat kerja/lingkungan kerja itu sendiri karena di kantor kita menghabiskan setengah hari disana, anggaplah rumah kedua. Penyesalan memang datang terlambat, aku meninggalkan teman kerja yang baik dan sekarang mendapat yang tadi di atas tuh  >_<

Sekarang sudah 8 bulan aku disini, dan dalam waktu dekat aku berencana mencari pekerjaan baru (aku kira sudah cukup untuk disini). Aku single dan masih muda.. aku rasa aku masih punya banyak pilihan, hahaha.... Aku berharap nanti aku mendapat tempat kerja yang dapat membuat nyaman, tentu teman/rekan kerja yang baik dan gaji memuaskan (tetep ngarep, hahaha...) Semoga Tuhan mendengar doaku, Astungkara.. Swaha Hyang Widhi...

Namun aku tidak sepenuhnya menyesal, dari sini aku mendapat banyak pengalaman baru. Dan menurutku tak ada yang sia-sia walaupun hal itu adalah hal buruk.
Tetap semangat.. yiiiihhhhaaaa... 6 ^0^9

Ok, jadi ini hanya pendapat/sharing pribadi.. tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun. Bila ada yang tidak berkenan, mohon maaf ya... ^^

Rabu, 05 November 2014

Dongeng Anak : Persahabatan Angsa, Bebek, Monyet dan Singa

Di suatu Hutan hiduplah sepasang sahabat yaitu Angsa dan Bebek, selain sepasang sahabat tadi juga terdapat banyak binatang yang hidup di Hutan tersebut. Seperti Monyet, Buaya, Singa, Jerapah, Tupai dan lain-lain. Mereka hidup bahagia di Hutan tersebut, sumber makanan dan air melimpah. Hutan tempat mereka hidup udaranya sangat sejuk, sungai mengalir jernih, pepohonannya tumbuh rimbun. Banyak bunga berwarna-warni pula yang menjadi surga kupu-kupu dan lebah. Terdapat pula air terjun yang memberi keindahan tersendiri, dengan lukisan pelanginya. Sungguh pemandangan yang indah.


Suatu hari Angsa dan Bebek berjalan-jalan menikmati udara segar, menyusuri taman menuju sungai untuk berenang bersama. Di tengah jalan tiba-tiba Angsa mendengar jeritan minta tolong.

"Toloong... toloong...", suaranya terdengar dari semak-semak.

Angsa dan Bebek bergegas mencari sumber jeritan minta tolong tadi, kemudian melihat monyet yang terjebak oleh lilitan tumbuhan menjalar yang seperti tali.

"Monyet, kamu tidak apa-apa?", tanya Bebek seraya menghampiri Monyet.

"Bebek, Angsa tolong aku. Aku tadi bermain dan tidak sengaja membuat diriku terlilit tumbuhan menjalar ini. Tolong lepaskan aku.", pinta Monyet yang berbadan kurus itu.

"Tenang Monyet, kami akan segera membantu agar tumbuhan jalar ini tidak melilitmu lagi.", jawab Angsa.

Kemudian Angsa dan Bebek berupaya keras untuk memutuskan tumbuhan jalar yang melilit si Monyet. Perlu waktu yang lama untuk memotong tumbuhan jalar itu, namun akhirnya Angsa dan Bebek bisa memutus lilitan tumbuhan jalar tersebut.

"Waah akhirnya... aku terlepas juga. Terima kasih banyak Angsa dan Bebek.", kata Monyet dengan wajah gembira.

"Iya, sama-sama Monyet. Lain kali lebih hati-hati ya..", nasehat Angsa.

"Maaf merepotkan, lain kali aku akan lebih hati-hati.", kata Monyet kurus itu.

"Baik Monyet, sampai jumpa..", Bebek berpamitan sembari berjalan kembali menuju sungai bersama Angsa.

"Sampai jumpa...", kata Monyet sambil melambaikan tangannya.


Sesampainya di tepi sungai Angsa dan Bebek bersorak melihat jernihnya air, seperti ingin segera melompat dan berenang. Tapi dari kejauhan ternyata ada Buaya yang jahat tengah mengintai mereka. Dengan sigap Buaya menangkap Bebek, Angsa panik dan ketakutan. Bebek berteriak minta tolong sekuat-kuatnya. Angsa dengan gemetar mendekati Buaya.

"Buaya, apa salah kami? Jangan sakiti sahabatku...", teriak Angsa.

Buaya hanya diam dan tetap membuat Bebek berada dalam cengkeramannya.

"Buaya lepaskan Bebek, aku mohon..", kata Angsa meminta belas kasih Buaya.

Namun Buaya tetap tidak menggubris sedikitpun, yang ada dalam otaknya hanya niat jahat kepada Angsa dan Bebek.

"Buaya, lepaskan sahabatku, sebagai gantinya tangkaplah aku. Aku mohon..", kata Angsa lagi.

Akhirnya Buaya melirik pada tubuh Angsa yang lebih besar dan gemuk daripada Bebek. Namun pikirannya kalau dia bisa memakan Bebek dan Angsa akan lebih menguntungkan. Memang Buaya benar-benar jahat.

"Angsa, kemari kamu mendekat... Aku akan melepaskan Bebek dan menangkapmu sebagai ganti", kata Buaya dengan wajahnya yang menakutkan.

"Tapi kau harus berjanji melepas Bebek..", pinta Angsa.

"Jangan Angsa, jangan mengorbankan dirimu..", Bebek menangis dan ketakutan.


Ternyata kejadian itu dilihat oleh Monyet yang mengikuti Angsa dan Bebek karena ingin ikut berenang bersama meraka. Monyet segera mencari bantuan Sahabatnya Singa. Singa pun bersedia untuk membantu dan segera bergegas menuju sungai bersama Monyet.


"Jangan takut Bebek, jangan menangis...", kata Angsa menenangkan Bebek.

Buaya bersiap menangkap Angsa, dan... Singa menerjang Buaya dari belakang. Buaya yang terkejut menghempaskan Bebek dan sangat marah kepada Singa.

"Kenapa kamu mengganggu urusanku Singa?", tanya Buaya geram.

"Buaya, aku tidak ingin berkelahi denganmu... Hentikan perbuatanmu dan minta maaf pada mereka", kata Singa.

Namun Buaya yang sudah marah tidak menghiraukan dan akhirnya menyerang Singa. Perkelahian antara Singa dan Buaya pun terjadi. Namun Buaya kalah dan melarikan diri.

Angsa dan Bebek sangat berterima kasih kepada Monyet dan Singa karena telah menyelamatkan mereka. Mereka berempat pun menjadi sahabat baik semenjak hari itu.


----------------------------------------------------------------

 

Perbuatan baik yang telah dilakukan Angsa dan Bebek kepada Monyet merupakan hal yang terpuji, kebaikan Angsa dan Bebek dibalas dengan kebaikan juga oleh Monyet.

Dan bahkan sekarang mereka menjadi sahabat baik. Tapi jangan meniru perbuatan Buaya yang suka menyakiti teman lain di sekitarnya.

Hiduplah dengan baik dan harmonis, dan buatlah semakin banyak sahabat di sekelilingmu.


-sekian-